Di Banda Naira, salah satu kanal distribusi yang digunakan adalah grup WhatsApp. Kepala Stasiun Meteorologi Banda Naira, Carisz, mengatakan kanal tersebut selama ini telah mencakup para pemangku kepentingan di Kepulauan Banda.
Ia mendorong para kepala desa untuk bergabung sehingga informasi yang diterima dapat diteruskan kepada masyarakat.
“Untuk itu, kepada kepala-kepala desa yang hadir setelah ini boleh memasukkan nomor HP-nya,” katanya.
Selain cuaca dan iklim, BMKG Banda Naira juga melakukan pemantauan terhadap ancaman gempa bumi yang kerap terjadi di Kepulauan Banda.
Namun, pemantauan tersebut masih menghadapi keterbatasan karena stasiun BMKG setempat saat ini hanya memiliki satu alat pendeteksi gempa.
Dalam pelatihan tersebut, peserta juga dibekali materi mengenai berbagai produk informasi cuaca, antara lain analisis kondisi cuaca, prakiraan cuaca harian, informasi karhutla, anomali suhu muka laut serta pengenalan fenomena El Nino.
Kegiatan itu turut dihadiri Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon bersama seorang staf, Kepala BMKG Stasiun Banda Naira bersama tiga staf, Camat Banda, Direktur Yayasan SAHARI, Koordinator Program Desrana, Koordinator Lapangan Program Desrana serta perwakilan masing-masing desa.









