Dari Sekolah Lapang hingga WhatsApp, BMKG Perkuat Kesiapsiagaan Warga
Penyebaran SICI ke tingkat desa bukan langkah yang berdiri sendiri.
Program tersebut merupakan kelanjutan dari proses pendampingan Yayasan SAHARI melalui sejumlah kegiatan sebelumnya, termasuk Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) Plus dan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Pertanian.
Melalui dua sekolah nonformal tersebut, nelayan dan petani diberikan pengetahuan untuk membaca data serta peta cuaca dan iklim di wilayah masing-masing.
“Jadi dalam kegiatan itu, kita melibatkan pihak Stasiun Meteorologi Ambon, Stasiun Klimatologi Maluku dan terakhir Stasiun Meteorologi Pattimura dan Banda,” jelas Piet.
Kegiatan serupa selanjutnya akan dilakukan di Desa Tonu Jaya, Soleh dan Pulau Kelang di Kabupaten Seram Bagian Barat, serta Desa Liang, Waai dan Tial di Pulau Ambon, Maluku Tengah.
Dukungan BMKG menjadi bagian penting dalam memastikan informasi cuaca dan iklim tidak terputus di tingkat lembaga, tetapi dapat diteruskan hingga masyarakat.
Kepala Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon, Kamari, mengatakan BMKG siap mendukung masyarakat di pulau-pulau kecil untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
“Kami saling berkoordinasi dengan badan meteorologi yang ada di Maluku. Kami siap mendukung program pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.









