Karena itu, menurut Halimun, perhatian pemerintah tidak seharusnya berhenti ketika anak menyelesaikan pendidikan SMA. Harus ada skema yang memungkinkan siswa dari keluarga kurang mampu tetap memiliki akses menuju perguruan tinggi.
Jangan Biarkan Kemiskinan Memutus Pendidikan Anak
Halimun menilai, keberadaan berbagai program pendidikan yang telah dijalankan pemerintah perlu diikuti dengan kebijakan yang menyentuh jenjang pendidikan tinggi.
Ia juga menyinggung program Sekolah Rakyat yang menurutnya dapat menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Namun, persoalan yang dihadapi anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak berhenti pada akses pendidikan dasar dan menengah. Ketika mereka lulus SMA dan ingin masuk perguruan tinggi, kebutuhan biaya kembali menjadi tantangan.
Karena itu, Halimun mendorong pemerintah daerah menyiapkan jalur beasiswa sekaligus pendampingan bagi siswa yang memiliki potensi dan kemauan melanjutkan pendidikan.
“Yang paling penting itu soal nasib anak-anak. Karena kadang kita bicara tentang generasi, tetapi hanya karena satu orang anak tidak mampu, pendidikannya tidak bisa dilanjutkan. Itu yang miris,” katanya.
Menurut dia, pemerintah juga perlu memperkuat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah agar anak-anak yang membutuhkan bantuan tidak kehilangan kesempatan hanya karena persoalan informasi atau prosedur.









