Oleh: Ady Amar, Kolumnis
Purbaya Yudhi Sadewa datang ke kursi Menteri Keuangan dengan reputasi seorang teknokrat yang tidak terlalu suka menyembunyikan pikirannya di balik kalimat yang berputar-putar. Ia berbicara terus terang, menjawab pertanyaan dengan gaya yang kadang membuat orang tersenyum, kadang pula mengernyitkan dahi. Dari situlah julukan Mr. Outspoken menemukan tempatnya.
Namun, keterusterangan Purbaya tidak serta-merta membuatnya jauh dari kekuasaan. Justru sebaliknya. Ia pernah dikenal dekat dengan Presiden Prabowo Subianto. Kedekatan itu bukan sekadar urusan protokoler seorang menteri dengan atasannya. Ada kepercayaan yang tampak dalam cara Prabowo berbicara tentang dirinya.
Pernah, ketika rupiah menjadi perhatian dan kegelisahan ekonomi merambat ke mana-mana, Prabowo mengucapkan kalimat yang kemudian menarik perhatian publik: selama Purbaya masih bisa tersenyum, kita tidak perlu terlalu khawatir.
Kalimat itu sederhana. Tetapi dalam dunia politik dan ekonomi, kalimat sederhana kadang memperoleh umur yang lebih panjang daripada yang mengucapkannya.
Senyum seorang Menteri Keuangan tiba-tiba ditempatkan sebagai tanda ketenangan. Seolah-olah di balik wajah yang tersenyum itu ada keyakinan bahwa keadaan masih dapat dikendalikan. Rupiah boleh bergerak, pasar boleh gelisah, tetapi selama orang yang mengurus keuangan negara masih tampak tenang, harapan belum perlu disimpan terlalu jauh.








