Jalur pasokan yang semakin panjang berarti waktu tempuh bertambah, kebutuhan perencanaan meningkat, dan biaya mempertahankan operasi ikut membengkak.
Dalam perang yang berlangsung berbulan-bulan, persoalan semacam itu dapat berubah menjadi masalah strategis.
Kecelakaan, Kelelahan dan Persoalan Moral di Tengah Perang
Tekanan terhadap armada AS juga tercermin dalam sejumlah insiden yang melibatkan kapal perang Amerika selama 2026.
USS Gerald R. Ford, misalnya, mengalami kebakaran di ruang cuci utama pada 12 Maret ketika beroperasi di Laut Merah.
Angkatan Laut AS menggambarkan insiden tersebut sebagai kecelakaan yang tidak berkaitan dengan pertempuran. Namun, laporan mengenai sejumlah pelaut yang harus mendapat perawatan akibat paparan asap serta terganggunya fasilitas tidur menunjukkan bahwa kecelakaan di kapal perang dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak kecil.
Kapal lain, USS Zumwalt, juga dilaporkan mengalami kebakaran pada April.
Kemudian pada 24 Juli, USS Benfold mengalami kehilangan daya selama beberapa hari. Gangguan tersebut disebut berdampak pada kebutuhan dasar sekitar 300 pelaut, termasuk air, makanan, toilet dan pendingin udara.
Kapal itu akhirnya harus ditarik menuju Teluk Subic, Filipina, untuk menjalani perbaikan.
Tidak ada dasar yang cukup untuk menyimpulkan seluruh insiden tersebut disebabkan oleh serangan Iran.









