Asisten Deputi Pengembangan dan Pembinaan Perkoperasian, Bagus Rahman menyatakan bahwa siap untuk mendampingi Kabupaten Halmahera Selatan dalam penyiapkan perkoperasian di Kabupaten Halmahera Selatan dalam memasuki era koperasi moderen.
Bagus menyatakan bahwa dalam RPJMN telah ditetapkan tercipta 500 koperasi moderen sampai 2024 di Indonesia.
“Mudah-mudah 1 atau 2 koperasi modern ada di Kabupaten Halamhera Selatan,” katanya.
Untuk itu Bagus menyampaikan kepada Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Halsel agar segera melakukan pemetaan terhadap koperasi yang berada di Kabupaten Halmahera Selatan sehingga langkah-langkah perbaikan segera dapat diformulasikan.
“Saya Siap turun ke Kabupaten Halmahera Selatan dalam waktu dekat,” kata Bagus.
Disamping masalah koperasi, Bupati Halmahera Selatan sempat menyampaikan kepada Menteri Teten Masduki bahwa serapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Halmahera Selatan masih didominasi Pembiayan KUR untuk usaha perdagangan, sementara usaha produksi masih rendah, diakibatkan pihak perbankan menghitung tingkat resiko pengembalian KUR oleh usaha produksi masih beresiko tinggi.
Menteri Koperasi dan UKM menyapaikan bahwa hal tersebut hampir di semua tempat mengalami hal yang sama, sehingga Menteri Teten Masduki menyampaikan bahwa sudah ada agenda dengan Menteri Keuangan untuk membicarakan terkait dengan penyaluran dana KUR yang dapat diprioritaskan untuk usaha Produksi dimana dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak dan dapat memberi nilai tambah terhadap satu bahan baku lokal. (adhy)









