Semua boleh menjadi bahan pembicaraan. Tetapi tidak semuanya layak disebut sebagai fakta.
Dalam politik, sebuah dugaan yang diulang berkali-kali dapat berubah bentuk menjadi seolah-olah kebenaran. Padahal antara “mungkin” dan “memang” terdapat jarak yang tidak kecil.
Namun yang lebih penting adalah pertanyaan yang tertinggal setelah keputusan itu: apa yang sesungguhnya membuat seorang menteri yang baru setahun lebih bekerja harus mengakhiri tugasnya secara mendadak?
Jawabannya berada di tangan Presiden.
Purbaya telah pergi dari kursi Menteri Keuangan. Itu fakta.
Sedang yang belum menjadi fakta adalah alasan di balik kepergiannya.
Justru di antara kedua hal itulah cerita tentang Mr. Outspoken menjadi semakin menarik.
Pemerintah kini mempercayakan kursi itu kepada Suahasil Nazara. Ia bukan orang baru dalam urusan fiskal. Sebelumnya ia menjabat Wakil Menteri Keuangan dan kini mendapat mandat untuk menjaga kesehatan serta kredibilitas APBN.
Kisah Purbaya seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan: mengapa ia dicopot?
Ada pertanyaan yang lebih penting: apa yang hendak diperbaiki pemerintah setelah pergantian itu?
Sebab mengganti seorang Menteri Keuangan bukan hanya mengganti nama di pintu sebuah kantor. Ia juga memberi pesan mengenai cara pemerintah membaca keadaan ekonomi dan arah yang hendak ditempuh setelahnya.








