Momentum pembukaan turut diramaikan dengan penampilan seni budaya, fashion tradisional, showcase produk UMKM, hingga sajian kuliner rempah khas Ternate. Pengunjung juga dapat menjelajahi berbagai booth promosi yang mengusung identitas Kota Rempah sebagai bagian dari penguatan city branding.
Bidik Investor Lewat Forum Bisnis
Selain promosi wisata, kegiatan ini juga diarahkan untuk membuka peluang investasi melalui business matching yang melibatkan berbagai pihak, termasuk kementerian dan instansi terkait.
Tauhid menilai kesempatan promosi di Jakarta tidak hanya memperkenalkan potensi daerah, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk menarik minat investor.
“Ini bukan sekadar promosi daerah, tetapi juga ada business matching yang diharapkan dapat membuka peluang investasi. Kami berharap nantinya ada investor yang tertarik datang ke Ternate maupun Tidore,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa pengalaman Ternate sebagai tuan rumah berbagai agenda nasional menjadi modal penting dalam pengembangan sektor pariwisata.
Perkuat City Branding dan Ekonomi Daerah
Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah konkret Pemerintah Kota Ternate dalam memperkuat city branding sebagai Kota Rempah, sekaligus mendorong sektor unggulan seperti UMKM, ekowisata, dan sport tourism.
Menurut Tauhid, promosi di ibu kota membuka peluang lebih luas, termasuk menjangkau wisatawan mancanegara yang menginap di Hotel Borobudur Jakarta.









