Tetangga yang Tak Akur

oleh -46 views

Oleh: Ihsan Reliubun, Mahasiswa Jurnalistik IAIN Ambon

Gubernur Maluku Murad Ismail tidak perlu menyalahkan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy dengan menyebutnya cengeng. Karena masyarakat akan berkesimpulan kedua pemimpin ini sama-sama lemah semangat dalam memerangi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Sampai sekarang masyarakat menunggu kerja keras mereka dalam menangani penyebaran virus mematikan itu. Ini masalah bersama. Jadilah tetangga yang akur.

Selanjutnya, sikap cengeng tidak akan menyelesaikan wabah di Ambon dan Maluku. Masyarakat butuh kerja serius Murad dan Richard. Bukan sekadar membuat peraturan dan pernyataan yang menghina akal sehat kita.

Pernyataan terkait Covid-19 meningkat karena hujan selama sebulan merupakan pernyataan Murad yang tak mendasar.

Baca Juga  Umar Lessy: Golkar Harus Hadir Nyata dan Dekat dengan Rakyat Tanimbar

Pernyataan serupa justru membingungkan masyarakat. Berpotensi membuat masyarakat tidak percaya bahwa virus ini ada. Dan wajar ketidakpercayaan itu muncul, sebab pola komunikasi yang dipakai para pejabat beraroma tak sedap.

Belum lagi pendapat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Rovik Akbar, di salah satu media online, 9 Juni lalu:

“Saya sampaikan tidak ada pasien yang meninggal sampai hari ini karena corona. Kalau ada silakan Tim Gugus Tugas Cavid-19 klarifikasikan buat saya.” Argumen Rovik ini gampang dipatahkan.