Tiga Puisi Firman Wally

oleh -152 views
Link Banner

DI HUTAN IBU TERCIUM AROMA SEPI

di hutan ibu yang hijau ini
tak lagi kami singgahi berkali-kali
dengan harapan kami yang dulunya begitu menggunung
sejak ayah tak lagi memegang ulu parang
tak lagi menjatuhkan peluh di hutan ibu

burung-burung bernyanyi di pohon-pohon kenari
daun-daun menari ke sana ke mari
masih saja sepi, rindu menghantui

di hutan ibu yang pernah kami datangi berkali-kali
tercium aroma sepi
meskipun air selalu meramaikan hilir sungai
meskipun euforia burung melawan sepi
datang menghampiri

di hutan kami ini
tak pernah habis puisi
bila kami ceritakan kembali
tentang kami yang dulunya bersetia
mendatangi hutan ibu yang begitu hijau
saling mengikat genggaman sepanjang perjalanan
sebelum memeluk kenangan

dan kini hutan begitu sepi
tak lagi kami menghirup peluh ayah
yang jatuh pada tubuh membasuh hutan ibu

Baca Juga  Polsek KBS, Amankan Sosok Mayat Tanpa Identitas yang Terdampar di Pantai Selatan Desa Weduar

Mamua, 20 Juli 2021

=========

MENDAKI SEORANG DIRI

kali ini kumendaki gunung
berteman bayanganku sendiri
sejak ayah tak lagi seperti dulu
tinggi gunung masih bisa ia berlari

di sepanjang perjalanan
kumerapal kembali jalan-jalan
yang pernah kami lalui
melintasi bukit yang curam
aku terjatuh pada rindu
di masa lalu

aku membaca kembali
perjalanan kami di masa itu
dari arah lautan menuju hutan
dari hutan kembali ke lautan
pergi dari pagi menjelang
pulang selepas senja membentang

kali ini kumendaki seorang diri
sejak ayah tak lagi bisa diajak mendaki
sambil berlari
berlari di setiap cuman yang kami jahit
selepas bukit yang merobek tujuan kami
dari pagi mengajak pergi
hingga petang memanggil pulang

Baca Juga  Ambon Siap Berlakukan PSBB Transisi

Tahoku, 20 Juli 2021

=======

MARI KE SINI, LIHAT HUTAN INI

mari ke sini
kita lihat hutan yang masih hijau ini
tumbuh subur lantaran ayah memupuknya
dengan pulangnya yang jatuh berkali-kali

di hutan ini
kita masih mendengar desau
dari dahan-dahan saling bergesek
berdansa dedaunan yang disentuh angin
keciau burung yang ditinggal induknya
saat jamuan makan tiba

mari ke sini
lihat dengan mata telanjangmu
hutan yang hijau ini mengundang birahi
pada matamu yang mendambakan kesucian

lihat hutan ini
seperti kau melihat puting ibu
saat kau masih di-asi semasa bayi
indah, bukan??

Tahoku, 21 Juli 2021