UNBK Mulus, Lesnussa apresiasi perhatian pemerintah

oleh -42 views
Link Banner

@Porostimur.com | Bursel : Dalam menjalankan misi mencerdaskan anak bangsa, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Namrole merupakan salah satu sekolah kejuruan yang turut menerima bantuan pemerintah, baik dari tingkat pusat maupun daerah.

Bukan saja bantuan berupa sarana bidang informasi dan teknlologi (IT), tapi juga bantuan fisik berupa ruang kelas.

Hal ini ditegaskan Kepala SMK Namrole, Wellem Lesnussa,STTPar, saat berhasil dikonfirmasi wartawan, dari Ambon, Sabtu (15/6).

”Bantuan yang diberikan Pemerintah Pusat berupa sepuluh buah laptop dan sepuluh unit komputer. Sedangkan, Pemerintah Provinsi Maluku memberikan bantuan berupa pembangunan dua ruang kelas,” ujarnya.

Link Banner

Menurutnya, bantuan yang diberikan pemerintah tadi, sdah dipergunakan pihaknya dalam penyelenggaraan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) kemarin.

Untuk itu, tegasnya, pihaklnya sangat merterima kasih atas perhatian yang diberikan pemerintah pusat, pemerintah Provinsi, khususnya Dinas Pendidikan Provinsi Maluku.

Baca Juga  Pengusaha China jajaki potensi investasi perikanan di Maluku

”Bantuan laptop dan komputer itu dipergunakan siswa dalam melaksanakan ujian nasional berbasis komputer, berjalan tidak ada kendala yang temui,” tegasnya.

Terselenggaranya UNBK pada SMK Namrole ini, akunya, juga tidak terlepas dari kerjasama dan bantua  dari pihak PLN setempat.

Dimana hingga usainya penyelenggaraan UNBK pada SMK Namrole, tegasnya, jaminan ketersediaan penerangan listrik tidak mengalami masalah sama sekali.

”Syukur selama pelaksanaan ujian berjalan tidak ada kendala, terutama terkait dengan kelistrikan, tidak pernah ganguan sehingga pelaksanaan ujian selesai. Sebelum masuk dalam pelaksanaan ujian, sekolah dan Pemerintah Kabupaten Buru Selatan, telah melakukan MoU dengan dengan pihak PLN Ranting Namrole. Sehingga, pelaksanaan ujian nasional itu berjalan dengan baik tanpa ada gangguan kelistrikan,” jelasnya.

Dalam penyelenggaraan UNBK itu sendiri, terangnya, sebanyak 47 siswa terdatar untuk mengikutinya.

Baca Juga  COVID-19: 123 Orang di Malut Reaktif Rapid Test

Sayangnya, akunya, 3 siswa tidak sempat mengikuti even dimaksud, sehingga even ini hanya diikuti 44 siswa SMK Namrole.

Bantuan yang diberikan Peerintah pusat ini terdiri dari 10 buah letop dan 10 unit computer bulan kemarin ,

Jumlah siswa yang mengikuti ujian nasional berbasis komputer itu sebanyak 47 siswa.  Namun dalam perjalanannya ketiga orang siswa tidak mengikuti ujian nasional dengan alasan sakit alias putus sekolah. ketiga orang yang tidak sempat mengikuti ujian 1 orang wanita sedangkan 2 laki-laki. Ketiga orang siswa ini terpaksa putus sekolah, sehingga dinyatakan tidak lulus. Sedangkan yang mengikuti UNBK 44 orang siswa dinyatakan lolos 98 persen,” tambahnya.

Terkait tenaga guru yang mengabdi pada SMK Namrole, jelasnya, hampir seluruhnya berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Baca Juga  Amankan HUT FKM/RMS, Polda Maluku terjunkan 473 personil

Sementara yang berstatus sebagai tenaga honor masig tersisa 2 orang guru saja.

Meski demikian, tegasnya, kedua orang guru honor tersebut sudah diusulkan pihaknya kepada Diknas Provinsi Maluku agara diangkat menjadi guru honor daerah.

Memasuki tahun ajaran baru 2019-2020, tambahnya, pihaknya membuka pendaftaran bagi siswa baru, terlebih tingginya animo siswa yang ingin mendaftar masuk ke sekolah ini.

Dimana, para siswa yang dinyatakan lolos tahapan seleksi, akan dinyatakan diterima sebagai siswa baru pada sekolah yang dipimpinnya itu.”Siswa yang mendaftar untuk masuk sekolah cukup tinggi. Jadi, kali ini SMK Namrole menerima siswa melalui seleksi. Apabila siswa lulus seleksi, akan dinyatakan diterima menjadi siswa SMK Namrole,” pungkasnya. (Lely)