Wajib Tahu! Ini 4 Mitos Seputar KDRT yang Masih Sering Beredar

oleh -2 Dilihat
Mitos seputar KDRT yang masih sering beredar/Foto: Pexels/Karolina Grabowska

Porostimur.com, Ambon – Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) meningkat sepanjang pandemi COVID-19. Catatan Tahunan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (CATAHU Komnas Perempuan) merekam pengaduan langsung kasus kekerasan terhadap perempuan, yaitu sebanyak 2.389 kasus dibandingkan tahun sebelumnya yakni 1.419 kasus, atau terjadi peningkatan pengaduan 970 kasus (40 persen) di tahun 2020. Ranah kekerasan yang paling banyak terjadi diadukan langsung ke Komnas Perempuan adalah ranah personal (KDRT) sebanyak 1.404 kasus (65 persen).

Di tengah fenomena tersebut, masih banyak mitos-mitos yang beredar seputar KDRT. Apa saja? Simak penjelasannya berikut ini.

Jika Alami KDRT, Perempuan Pasti Mudah Meninggalkan Hubungan

kekerasan seksualIlustrasi KDRT/Foto: Pexels.com/RODNAE Production

Ketika seorang perempuan mengaku mengalami KDRT, terkadang masih banyak pihak yang meragukannya. Pertanyaan yang paling sering muncul adalah, “kamu mengalami KDRT, jika memang seburuk itu, kenapa kamu tidak meninggalkan hubungan tersebut?”

Baca Juga  Trump Beri Uang Tunai Rp789 Juta kepada Stafnya, Malah Bisa Berujung Pemakzulan

Faktanya, masih banyak istri yang bertahan di hubungan KDRT karena berbagai alasan dan bukanlah yang mudah untuk meninggalkan suaminya yang kasar, bahkan walaupun ia sangat menginginkannya. 

Beberapa alasannya mungkin sang istri percaya bahwa sang suami akan menyesali perbuatannya dan berjanji untuk berubah. Kemudian, sang istri bisa jadi takut akan nyawanya atau keselamatan sang anak akan terancam jika ia memutuskan untuk bercerai. Selain itu, mungkin saja ia tidak punya tempat untuk pergi dan tidak mandiri secara finansial. 

No More Posts Available.

No more pages to load.