Porostimur.com, Malaysia – Brand hijab asal Malaysia, dUCk mendapatkan kritik warganet di Instagram karena menjual koleksi hijab, gelas dan tas bernuansa Palestina. Sebagian netizen yang menilai ide penjualan tersebut dianggap tidak sensitif.
Seperti diketahui, penduduk di Palestina sedang menghadapi ujian yang dahsyat karena kediaman dan fasilitas umum dibom oleh Israel. Ribuan warga Palestina jadi korban luka-luka dan meninggal dunia.
Dalam rangka membantu warga Palestina, brand hijab dUCk mengumumkan 100% keuntungan dari penjualan produk mereka akan disumbangkan kepada Non Governmental Organization (NGO), Viva Palestina Malaysia. Namun ada beberapa warganet yang memberikan kritik terkait aksi duck tersebut.
Brand hijab rilis koleksi hijab yang keuntungannya 100% didonasikan untuk Palestina, viral di Instagram. Foto: Dok. Instagram @theduckgroup.
Setelah ramai perdebatan di media sosial, pemilik dUCK yaitu Vivi Yusof akhirnya tampil untuk menjelaskan tentang isu tersebut. Melalu Instagram Story, Vivi menjelaskan bahwa pihak mereka tidak mengambil keuntungan dari koleksi dUCk Palestin yang terjual karena semua keuntungan akan disumbangkan.
“Kami tidak mengambil keuntungan dari koleksi dUCk’s Palestina. Semua keuntungan akan kami serahkan ke Viva Palestina Malaysia untuk rumah sakit, distribusi obat-obatan, tempat berlindung dan makanan,” tulis Vivi.









