Menurutnya, tarif ini akan memperberat rantai pasok global, memperlambat produksi di sektor otomotif, elektronik, dan energi bersih. Dampaknya diperkirakan merambah hingga ke suku bunga, inflasi, dan tingkat pengangguran.
Sejumlah ekonom memperkirakan bahwa tarif baru ini dapat memaksa The Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga lebih agresif dari rencana, yang pada akhirnya mendorong perekonomian ke jurang resesi.
Kritik Musk menyoroti ketegangan antara nasionalisme ekonomi dan kebutuhan akan inovasi dalam era globalisasi.
5. Stabilitas Partai Republik dan risiko perpecahan internal
Partai Republik kini berada dalam posisi sulit. Di satu sisi, mereka membutuhkan basis pendukung setia Trump untuk memenangkan pemilu. Di sisi lain, kehilangan tokoh sekaliber Elon Musk dapat menciptakan celah besar dalam koalisi politik mereka.
Beberapa tokoh senior Partai Republik menyatakan bahwa pengaruh Musk dapat melahirkan “gerakan tandingan” dari dalam basis konservatif.
Musk diketahui memiliki sumber daya untuk mendanai kampanye politik secara independen, termasuk dalam pemilu lokal dan legislatif. Hal ini membuka peluang bagi munculnya kandidat-kandidat anti-establishment di tubuh Partai Republik, yang dapat melemahkan dominasi Trump.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di internal Partai Republik, terutama menjelang pemilu sela dan pemilihan umum. Jika konflik ini terus berlanjut, partai tersebut berisiko mengalami perpecahan internal yang dapat memecah suara pemilih konservatif.









