Porostimur.com, Sofifi – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda yang dikenal sebagai “Gubernur TikTok” karena keaktifannya di media sosial, telah menjalani 100 hari pertama masa jabatannya di Maluku Utara.
Meskipun sejumlah inisiatif telah diluncurkan, beberapa tantangan dan kontroversi muncul yang dapat menjadi hambatan dalam upaya pembangunan dan reformasi di provinsi ini.
Berikut lima tantangan utama Sherly Tjoanda dalam 100 hari pertama pemerintahannya yang berhasil kami rangkum dari berbagai sumber:
1. Kontroversi Pencalonan dan Tuduhan Perlakuan Istimewa oleh KPU
Pencalonan Sherly sebagai gubernur menggantikan mendiang suaminya, Benny Laos, menuai kontroversi. Beberapa pihak mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi, menuduh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku Utara memberikan perlakuan istimewa dalam proses pencalonan Sherly. Meskipun KPU membantah tuduhan tersebut, kontroversi ini menimbulkan pertanyaan mengenai integritas proses demokrasi di daerah tersebut.
2. Kritik terhadap Pemahaman Mekanisme Pemerintahan
Tokoh masyarakat dan mantan anggota DPD RI Juanda Bakar, mengkritik Gubernur Sherly karena dianggap belum memahami mekanisme pemerintahan secara menyeluruh. Ia menilai bahwa Sherly belum menunjukkan arah kepemimpinan yang jelas sejak dilantik. Kritik ini mencerminkan kekhawatiran mengenai efektivitas kepemimpinan di tingkat provinsi.









