5 Tentaranya Terluka Kena Serangan, UNIFIL Tetap Tolak Permintaan Mundur Israel

oleh -7 Dilihat
Pasukan penjaga perdamaian PBB UNIFIL mengibarkan bendera, ketika mengamati upaya ekskavator Israel untuk menghancurkan terowongan yang dibangun oleh Hizbullah, dekat desa perbatasan selatan Lebanon-Israel di Mays al-Jabal, Lebanon, (AP/AP)

Tidak jelas siapa yang melepaskan tembakan, tetapi ini adalah tentara UNIFIL kelima yang terluka di Lebanon selatan dalam dua hari terakhir. UNIFIL mengatakan empat tentara sebelumnya semuanya terluka akibat tembakan tentara Israel.

Militer Israel baru-baru ini mengaku bertanggung jawab atas dua TNI yang terluka.

Tenenti mengatakan bahwa pertempuran baru-baru ini antara Israel dan Hizbullah di Lebanon selatan telah menyebabkan banyak kerusakan pada pangkalan UNIFIL, sehingga menyulitkan pasukan tersebut untuk beroperasi.

“Sebuah ledakan terjadi tadi malam, tepat di luar posisi pasukan penjaga perdamaian Ghana. Ledakannya sangat kuat hingga menghancurkan beberapa kontainer di dalamnya,” katanya.

Insiden terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB yang terkena serangan di Lebanon selatan, menyebabkan Israel mendapat tekanan besar dari komunitas internasional. Beberapa negara yang mengirimkan tentaranya untuk bergabung dengan UNIFIL, seperti Prancis, Spanyol, Italia, Irlandia, dan Indonesia mengecam keras Israel.

Baca Juga  Pengurusan Kredit Pensiunan Guru di Malteng Bermasalah, Kuasa Hukum Adukan Oknum Pegawai BNI ke Polisi

AS, sekutu terdekat Israel, juga meminta negara zionis itu berhenti menyerang pasukan penjaga perdamaian PBB.

UNIFIL didirikan pada 1978 untuk mengawasi penarikan tentara Israel setelah menginvasi Lebanon sebagai pembalasan atas serangan kelompok bersenjata Palestina.

No More Posts Available.

No more pages to load.