5. Johannes van den Bosch
Johannes van den Bosch. Kamu pasti tak asing lagi dengan nama pemimpin Belanda yang satu ini. Selama menjabat, yaitu di tahun 1830 hingga 1834, ia memiliki satu kebijakan yang sangat terkenal dan sukses di mata Belanda. Ialah culturstelsel atau tanam paksa.
Sistem tanam paksa dilakukan Van den Bosch demi mengisi kosongnya kas Belanda akibat Perang Diponegoro yang terjadi pada 1825 hingga 1830. Pada saat yang sama, terjadi Perang Kemerdekaan Belgia di negara Belanda sehingga mereka butuh banyak rempah-rempah dan hasil bumi untuk dijual.
Melalui kebijakan tersebut, rakyat dipaksa menanam lada, kopi, tebu, karet, dan teh untuk Belanda. Volume ekspor pun berhasil digenjot hingga 14 persen . Semua utang Belanda lunas, kas kerajaan pun penuh kembali.
Akan tetapi, perlu diketahui bahwa pelaksanaan sistem tanam paksa melenceng dari perjanjian. Jumlah setoran petani terus dinaikkan, upah semakin ditekan, dan luas tanah untuk menanam hasil bumi lainnya kian sempit. Rakyat sangat menderita dengan diberlakukannya kebijakan ini.
6. JB Van Heutsz
JB van Heutsz adalah perwira tentara Belanda yang menguasai Aceh. Setelah menjadi gubernur sipil dan militer, ia berhasil naik jabatan menjadi gubernur jenderal Hindia Belanda di tahun 1904. Ia melaksanakan kebijakannya berlandaskan kekerasan.




