Hari Raya Idul Fitri adalah momen yang sudah sepatutnya dirayakan umat Islam. Terkait hal itu, ada sebuah kisah mengenai Nabi SAW yang berjumpa anak yatim ketika lebaran.
Dikisahkan dalam buku Al-Qur’an Hadis Madrasah Ibtidaiyah susunan Fida’ Abdillah dan Yusak Burhanuddin, pada suatu siang di sudut kota Madinah ada beberapa anak kecil yang tengah bermain. Dengan riang dan gembira, mereka menggunakan pakaian baru di Hari Raya Idul Fitri.
Meski demikian, terdapat seorang anak yang sedang menangis karena sedih. Melihat hal itu, Nabi Muhammad SAW menghampiri sang anak dan bertanya,
“Wahai ananda, mengapa engkau tidak bermain seperti teman-temanmu itu?”
Mendengar pertanyaan Rasulullah SAW, anak itu menjawab sambil tetap menangis, “Wahai Tuan, saya sangat sedih. Teman-teman saya gembira memakai pakaian baru dan saya tak punya siapa-siapa untuk membelikan pakaian baru,”
Nabi SAW kemudian kembali bertanya keberadaan orang tua dari sang anak. Lalu, anak tersebut mengatakan bahwa ayahnya mati syahid karena berperang sementara sang ibu menikah lagi dan hartanya dibawa oleh ayah tirinya sedangkan dirinya diusir dari rumah.
Rasulullah memeluk dan membelai anak tersebut seraya berkata, “Wahai ananda, maukah engkau kalau saya menjadi ayahmu? Aisyah sebagai ibumu dan Fatimah sebagai saudarimu?”









