Buru eXpedition: Rediscover Pulau Buru, Angkat Potensi Alam dan Budaya

oleh -7 Dilihat

Porostimur.com, Namlea – Pulau Buru, salah satu pulau terbesar di Kepulauan Maluku, tak hanya menyimpan catatan penting dalam sejarah Indonesia, tetapi juga menyimpan kekayaan alam dan budaya yang belum banyak dikenal.

Untuk mengungkap kembali potensi tersebut, organisasi Wanadri bersama Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Mahatva (Mapala Pertanian Unpad) menginisiasi kegiatan bertajuk “Buru eXpedition: Rediscover Buru”.

Pelepasan resmi kegiatan berlangsung di aula Kantor Bupati Buru, Namlea, Rabu (17/9), pukul 09.00–11.00 WIT.

Acara dipimpin Wakil Ketua Umum Expedition Buru, Darmanto, dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Sekda Kabupaten Buru, Asisten II Bupati, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buru, Dinas Pariwisata, Koordinator Pos Basarnas Namlea, Dandim 1506 Namlea, serta tamu undangan lainnya. Pelepasan ekspedisi ditandai dengan penampilan tarian adat Buru, yakni Tarian Sawat.

Ragam Kegiatan Ekspedisi

Ekspedisi yang berlangsung sejak April hingga Oktober 2025 ini mencakup berbagai kegiatan penelitian, konservasi, hingga pemberdayaan masyarakat. Beberapa di antaranya:

  • Pemanjatan Tebing Kaku Mahu setinggi 700 meter yang belum pernah terjamah sebelumnya, sekaligus melakukan pendataan flora di tebing curam tersebut.
  • Penjelajahan Gunung Kapalatmada untuk meneliti flora yang memiliki resiliensi terhadap perubahan iklim, dengan target keluaran berupa buku ilmiah dan populer, risalah kebijakan, hingga potensi penamaan spesies flora baru.
  • Pendataan Sosial Budaya untuk mengidentifikasi potensi kearifan lokal yang dapat dikembangkan sebagai ekowisata.
  • Sirkumnavigasi pesisir Pulau Buru dengan kayak laut, mencatat potensi bahari dan budaya di sepanjang garis pantai.
  • Rehabilitasi mangrove bersama West Java Conservation Trust Fund (WJCTF), lembaga usaha, dan komunitas lingkungan di Buru untuk menjaga ekosistem pesisir dan potensi blue carbon.
  • Pelatihan selam bersertifikat A bagi masyarakat Buru guna mendukung penanaman serta pemeliharaan terumbu karang yang juga membuka peluang pariwisata bahari.
  • Program kesehatan masyarakat, meliputi pemeriksaan kesehatan, operasi katarak, pembagian kacamata baca gratis, serta penyediaan air bersih, bekerja sama dengan PERDAMI, BASARNAS, TNI AU, TNI AD, Kodam XVI/Pattimura, Dinas Kesehatan Maluku dan Buru.
Baca Juga  Buka Reli Rosario, Bodewin Wattimena: Perarakan Patung Kristus Raja Masuk Agenda Wisata Tetap Kota Ambon

Menyongsong Buru yang Berkelanjutan

Lewat ekspedisi ini, Wanadri dan para mitra ingin menegaskan pentingnya memandang Pulau Buru tidak hanya dari sisi eksploitasi jangka pendek, melainkan sebagai pusat kekayaan alam dan budaya yang harus dirawat untuk generasi mendatang.