China Bakar Bendera Doa di Tibet, Tuduhan Represi Budaya Menguat

oleh -134 views
Represi budaya oleh rezim komunis China berlanjut di Tibet, simbol keagamaan dihancurkan. Foto/Weibo/Bitter Winter

Porostimur.com Tibet – Represi budaya di Tibet mencapai titik terendah baru setelah otoritas China membakar bendera doa tradisional Tibet dengan dalih pengendalian bahaya kebakaran. Pembakaran ini terjadi setelah serangkaian insiden sebelumnya yang melibatkan pencopotan, penggantian, atau manipulasi bendera doa Mani yang selama berabad-abad menjadi bagian tak terpisahkan dari lanskap spiritual Tibet.

Dikutip dari Ceylon Wire News, Minggu (28/12/2025), warga setempat menilai tindakan tersebut sebagai eskalasi terbaru dari upaya Beijing untuk menghapus simbol-simbol keagamaan Tibet yang terlihat secara publik.

Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi berbagai insiden pembongkaran dan penghancuran bendera serta roda doa Mani oleh aparat China dengan alasan yang dinilai tidak masuk akal, tidak logis, dan meragukan.

Baca Juga  Jumlah SMA di Malut Bertambah, Ketimpangan Guru dan Partisipasi Siswa Jadi Sorotan

Saat masyarakat Tibet merayakan ulang tahun ke-90 pemimpin spiritual mereka, Dalai Lama, otoritas China justru memberlakukan pembatasan ketat terhadap mobilitas dan praktik keagamaan di wilayah tersebut. Warga yang menolak mengikuti program “pendidikan ulang” Beijing, yakni sebuah skema asimilasi nasional, dilaporkan mengalami penahanan sewenang-wenang dengan tuduhan yang direkayasa, hukuman penjara jangka panjang, serta pengucilan sosial secara sistematis.

No More Posts Available.

No more pages to load.