Porostimur.com, Ambon — Dinamika internal Partai Golkar Kota Ambon kian menguat menyusul keputusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD I) Partai Golkar Maluku menunda pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) X yang semula dijadwalkan berlangsung Kamis (30/4/2026).
Keputusan penundaan tersebut dituangkan melalui surat resmi DPD I kepada panitia pelaksana. Namun, tak lama berselang, publik dikejutkan dengan langkah Ketua Panitia Musda X Kota Ambon, Sutan Marsida, yang memilih mengundurkan diri dari jabatannya.
Mundur Demi Tegak Lurus pada Keputusan Partai
Pengunduran diri Sutan Marsida bukan tanpa alasan. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut diambil sebagai bentuk loyalitas dan kepatuhan penuh terhadap keputusan organisasi.
“Saya ingin menyampaikan kepada kawan-kawan semua bahwa panitia telah menerima surat penundaan Musda dari DPD I. Dan sebagai kader, saya taat dan tegak lurus terhadap setiap keputusan partai,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Sutan menekankan, dalam tradisi dan kultur Partai Golkar, setiap kader wajib menjunjung tinggi disiplin organisasi serta menghormati garis komando partai. Karena itu, keputusan mundur dipandang sebagai langkah etis untuk menjaga marwah dan soliditas internal.
“Dalam Partai Golkar, loyalitas kepada keputusan organisasi adalah harga mati. Saya tidak ingin ada kesan bahwa panitia berjalan di luar garis kebijakan DPD I. Karena itu, lebih baik saya mundur sebagai bentuk tanggung jawab moral dan organisatoris,” tegasnya.









