Porostimur.com, Ternate – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tren peningkatan jumlah sekolah menengah atas (SMA) di Provinsi Maluku Utara dalam kurun waktu enam tahun terakhir. Namun, di balik pertumbuhan tersebut, muncul persoalan ketimpangan tenaga pendidik serta penurunan partisipasi siswa yang menjadi perhatian serius.
Berdasarkan data BPS, jumlah SMA di Maluku Utara pada 2024 mencapai 225 unit, meningkat satu sekolah dibandingkan tahun 2023 yang berjumlah 224 unit. Secara keseluruhan, sejak 2018 hingga 2024, terjadi penambahan sebanyak 24 unit SMA di wilayah ini.
SMA Negeri Mendominasi

Dari total 225 SMA pada 2024, sebanyak 139 unit merupakan SMA Negeri, sedangkan 86 unit lainnya adalah SMA Swasta. Dengan demikian, SMA Negeri mendominasi sebesar 61,7 persen, sementara SMA Swasta menyumbang 38,3 persen.
Jika dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah SMA Negeri tidak mengalami perubahan, sedangkan SMA Swasta bertambah satu unit atau meningkat sekitar 1,2 persen.
Pertumbuhan Penduduk Usia Sekolah
Sejalan dengan pertumbuhan jumlah sekolah, populasi usia sekolah 16–18 tahun di Maluku Utara juga mengalami peningkatan. Pada 2023, jumlahnya tercatat sebanyak 84.587 jiwa, naik lebih dari 9.000 jiwa dibandingkan tahun 2019.
Secara nasional, posisi Maluku Utara dalam jumlah penduduk usia sekolah tingkat SMA juga mengalami perbaikan, dari peringkat 31 pada 2018 menjadi peringkat 28 pada 2023.









