Soal Ucapan “Monyet” kepada Mahasiswa Seram Utara, GMKI Ultimatum Pemprov Maluku 1×24 Jam

oleh -103 Dilihat
Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ambon mengecam dugaan perlakuan merendahkan terhadap seorang mahasiswa asal pedalaman Pegunungan Seram Utara yang hendak menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa.

Porostimur.com, Ambon – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ambon mengecam dugaan perlakuan merendahkan terhadap seorang mahasiswa asal pedalaman Pegunungan Seram Utara yang hendak menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa.

GMKI memberikan waktu 1×24 jam kepada Pemerintah Provinsi Maluku untuk memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan ucapan “monyet” yang disebut terlontar saat mahasiswa tersebut berupaya menyerahkan surat dari Kepala Tanah Manusela kepada Gubernur Maluku.

Peristiwa tersebut disebut terjadi di sekitar tribun Lapangan Merdeka Ambon, Senin (17/8/2026), setelah upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Mahasiswa tersebut datang membawa surat yang disebut berisi aspirasi masyarakat pedalaman Pegunungan Seram Utara. Namun, upayanya menyerahkan surat secara langsung kepada gubernur diduga dihalangi petugas pengamanan.

Persoalan kemudian menjadi perhatian setelah beredar rekaman video yang memperdengarkan ucapan “monyet” yang diduga diarahkan kepada mahasiswa tersebut.

Baca Juga  Lufi Dicopot, Djamil Divinubun Jabat Plt Ketua DPD Golkar Kepulauan Aru

Ketua GMKI Cabang Ambon, Renno L. Z. Patty, mengatakan pihaknya tidak mempersoalkan penerapan protokol dalam pengamanan agenda kenegaraan. Menurutnya, yang menjadi persoalan adalah cara penyampaian larangan yang apabila terbukti dilakukan dengan ucapan merendahkan, tidak dapat dibenarkan.

No More Posts Available.

No more pages to load.