Porostimur.com, Ambon — Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa akhirnya buka suara terkait pernyataan yang dinilai berbau rasial yang dilontarkan pengawal pribadinya, Serka La Rahimu, terhadap seorang mahasiswa hingga memicu kegaduhan di tengah publik.
Lewerissa mengatakan, pengawal pribadinya tersebut telah mengakui kesalahan dan menyampaikan permintaan maaf atas ucapan maupun tindakannya.
“Terkait aturan, sudah minta maaf. Ya, biarkan, manusia bisa khilaf. Dia sudah minta maaf,” kata Lewerissa kepada wartawan di Kantor DPRD Maluku, Rabu (19/8/2026).
Pernyataan itu disampaikan Lewerissa ketika ditanya mengenai polemik yang berkembang setelah video yang merekam insiden tersebut beredar luas di media sosial.
Gubernur Persilakan Tempuh Jalur Hukum
Saat ditanya mengenai desakan sejumlah pihak agar dugaan pernyataan rasial tersebut diproses melalui jalur hukum, Lewerissa mempersilakan pihak yang merasa dirugikan untuk mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku.
“Terkait yang lain-lain, teman-teman media tahulah. Saya juga sudah mengambil tindakan yang saya rasa perlu untuk saya lakukan. Jadi silakan saja,” tandasnya.
Lewerissa tidak merinci bentuk tindakan yang telah diambil terhadap pengawal pribadinya tersebut.
Kasus ini sebelumnya menjadi sorotan setelah sebuah video beredar dan memperlihatkan Serka La Rahimu berusaha mencegat seorang mahasiswa di Tribun Lapangan Merdeka, Ambon.









