Separuh Hidupku Hilang
Sehelai rindu jatuh;
Tertiup angin rasa yang bisu
bersama sepotong janji
yang tergantung hingga mengering di atas bukit itu.
Sepotong kenangan menjadi abu;
Terbakar panasnya api cemburu
bersama hati-hati pahit yang menempelkan kepalsuan pada senyuman
Secarik kertas hancur;
Dibasahi oleh darah kebencian
hingga hancur bersama dua rasa yang mengigil dalam kedinginan amarah.
Separuh hidupku hilang entah kemana? Yang ada hanyalah tetesan air mata kenangan yang mengering di dadaku yang kurus kering
Gatik, 24 Agustus 2020
=========
Dik
Dik! Gengam erat tanganku, peluklah aku, pejamkan matamu, dan biarkan kedua bola matamu saling bertengkar di kala malam begitu kejam, menerkam gelap hingga terlelap habis oleh cahaya senyumanmu.
Aku takut, Katamu!
Kenapa? tanyaku yang sampai sekarang masih tergantung bagai layangan di langit-langit hatimu, yang ketika jatuh tak dikejar anak-anak melainkan dijemput rasa sakit.
Dik! Sampai sekarang sapaan ini masih segar terucap oleh bibirku, walau tak asing lagi bagi gendang telingamu yang menolak akan kata ini.
Apa kau gila, Katamu!
Iya! Cintalah yang membuatku gila akan dirimu, hingga jatuh berulang kali, namun masih mencoba untuk berdiri hanya demi menatap matamu; bak sinaran bulan yang menyinari malam dengan dingin.




