Lima Puisi Sion Selfanay

oleh -125 views

Gatik, 15 Agustus 20

=======

Sajak-Sajakku Mati

Sajak-sajakku mati! dalam pelukan rasa sakit yang direnungkan oleh seorang gadis desa, yang setiap harinya menangis akan harapan-harapan yang ia gantung bersama bintang di langit, kini jatuh terhempas bersama meteor yang terbakar di atmosfer bumi hingga singgah di bawah kaki seorang pendosa yang mengijak harga diri demi kepuasannya.

Sajak-sajakku bisu! tak tahu mengeja kata demi kata, hingga memilih diam dalam malam-malam yang terisi air mata kesia-siaan, yang meluapkan darah, menengelamkan amarah demi rasa takut, serta meningikan rasa sopan terhadap kebiadaban.

Sajak-sajakku buta! tak bisa melihat, tak sadar bahwa mereka sedang membodohi diri mereka sendiri, dan yang mereka tahu hanyalah menghormati sebuah pelayanan tanpa melihat ke dalam, serta latar belakang pelayanan itu.

Baca Juga  Instruksikan Soliditas Kader, Ketua Golkar Maluku Umar Lessy Ingatkan Bahaya Konflik Internal

Sajak-sajakku pincang! hingga tak mampu berjalan menuju tempat dimana keluh-kesah orang-orang lemah disampaikan, hingga ia memilih diam sambil meneteskan air mata kesia-siaan.

Gatik, 12 Agustus 2020
=======