Analis: Trump Selalu Salah Perhitungan Hadapi Iran, Selat Hormuz Jadi Titik Eskalasi Baru

oleh -2 Dilihat
Presiden AS Donald Trump selalu salah kalkulasi menghadapi strategi Iran. Foto/X/

Porostimur.com, Teheran – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Peneliti senior Middle East Institute, Ross Harrison, menilai Presiden Donald Trump telah melakukan kesalahan perhitungan dalam merespons sikap Iran.

Harrison menyebut Trump “secara konsisten terkejut” terhadap respons Iran, baik dalam proses diplomasi maupun saat eskalasi konflik berlangsung.

“Di meja perundingan, Trump terkejut Iran tidak menyerah. Bahkan setelah [AS dan Israel] membunuh Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, dia juga terkejut rezim tersebut tidak runtuh,” ujarnya kepada Al Jazeera.

Selat Hormuz Jadi Kunci Tekanan

Harrison menilai kesalahan kalkulasi tersebut berpotensi memicu eskalasi lebih besar, terutama karena Iran kini memainkan strategi yang lebih kompleks.

Menurutnya, fokus eskalasi tidak lagi sekadar serangan langsung ke Israel atau pangkalan militer AS, melainkan bergeser ke pengendalian jalur strategis global.

Baca Juga  Perubahan APBD 2026 Pulau Taliabu Masuk DPRD, Wabup Yasir Minta Anggaran Lebih Berdampak

“Iran telah menetapkan titik baliknya di Selat Hormuz,” katanya.

Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, sehingga setiap gangguan akan berdampak besar terhadap ekonomi global.

Ancaman Penutupan Selat Hormuz

Pernyataan Harrison diperkuat dengan sikap militer Iran. Juru bicara militer, Ebrahim Zolfaghari, menegaskan bahwa penutupan Selat Hormuz menjadi opsi nyata jika AS melancarkan serangan terhadap infrastruktur vital Iran.

No More Posts Available.

No more pages to load.