Porostimur.com, Ambon – Dugaan kekerasan terhadap peserta didik kembali mencoreng wajah dunia pendidikan di Maluku. Kali ini, lingkungan SMA Negeri Siwalima Ambon menjadi sorotan setelah muncul informasi mengenai dugaan kekerasan fisik dan perundungan yang diduga melibatkan sejumlah siswa senior terhadap siswa kelas 1.
Informasi yang dihimpun Porostimur.com menyebutkan, dugaan kekerasan tersebut bermula ketika sejumlah siswa senior diduga memanggil siswa kelas 1 dan memerintahkan mereka melakukan sikap tobat.
Dalam situasi tersebut, para siswa junior diduga mengalami tindakan kekerasan berupa pemukulan pada bagian tangan dan dada.
Persoalan itu kemudian diketahui keluarga ketika para siswa memperoleh kesempatan Izin Bermalam Luar (IBL) pada Sabtu dan Minggu untuk pulang ke rumah.
Salah satu siswa berinisial RPL disebut pulang dalam kondisi tangan mengalami pembengkakan. Keluarga juga menemukan memar kebiruan pada bagian dada yang menurut dugaan keluarga berkaitan dengan tindakan kekerasan yang dialaminya.
Kondisi tersebut membuat keluarga membawa RPL ke salah satu rumah sakit di Kota Ambon untuk mendapatkan pemeriksaan medis dan menjalani proses visum.
Temuan keluarga itu kemudian disampaikan kepada wali kelas. Berdasarkan informasi yang diperoleh, pihak wali kelas sempat menyampaikan komitmen untuk menyelesaikan persoalan tersebut pada Senin (7/9/2026).









