Anggrek Untuk Mama

oleh -270 views

Tak terasa, air mata Lia menetes perlahan. Begitu tersentuhnya hati Lia saat membaca surat yang sekar berikan.
“Ma? mama kok nangis?”
“Ngga sayang, mama ngga papa kok.. mama cuma terharu baca surat kamu” Lia pun mengusap air matanya.
“Semoga mama masih bisa bertahan sampai kamu dewasa ya Sekar, mama ingin melihat kamu jadi anak yang sukses dan membanggakan orangtua..”
Ya allah angkatlah penyakitku…” batin Lia.

Setelah seminggu dirawat di Rumah Sakit, Lia akhirnya diijinkan untuk pulang. Saat di perjalanan menuju rumah Sekar terus mengobrol dengan Lia.

“Ihhh bunga mataharinya cantik banget ya ma”
“iya kaya sekar cantiknya”
“iiii mama apa si” Jawab sekar yang tersenyum tipis.
“Sekar, pantes disini itu daerahnya panas banget ya”
“Loh kenapa ma?”
“Masa kamu ga tau Sekar, kan sepanjang jalan berjejer bunga matahari”
Sekar yang mendengar pun langsung tertawa.

Baca Juga  Dorong Inklusi Keuangan di Wilayah Kepulauan, Pemkab Kepulauan Aru Gandeng OJK

Sesampainya di rumah mata Lia tersorot oleh sebuah bunga anggrek di taman rumahnya. Bunga anggrek tersebut bertuliskan “mama cantik”.
“Sekar? kamu yang membeli bunga anggrek ini untuk mama?”
“Iya maaa, mama suka?”
“Banget Sekar, mama suka banget” Jawab Lia yang sambil memegang pot bunga anggrek dan dilihat lihat.

Keesokan hari nya Lia bersama Sekar membuat brownies bersama di ruang tengah.
“Mama, Sekar yang masukin brownies nya ke oven ya”
“iya sayang”
Setelah brownies jadi, Lia dan Sekar menikmati brownies yang telah mereka buat di teras depan rumah.

No More Posts Available.

No more pages to load.