Cerpen Karya: Sega Dwi Ayu Pradista
Sesekali biarlah aku sembunyikan kerinduanku pada secangkir kopi pekat. Dalam sunyi, hitam dan beraromakan doa untukmu.
Jam berbunyi tepat pukul 00.00 wib. Kebetulan malam itu suasana terasa sepi, rembulan memancarkan sinarnya begitu terang, angin malam pun berhembus menjadikan suasana terasa dingin. Entah malam itu fikiran Helga melayang-layang kemana? Batinya terasa tidak enak.
Tiba-tiba ia mendengar suara montor yang berhenti didepan rumahnya, tak lama kemudian terdengar suara seseorang mengetuk pintu rumahnya dengan perlahan, “Tok… tok.. tok…”
“Assalamualaikum” sambil mengetuk pintu.
Mendengar suara itu ia takut membukakan pintu, ia memanggilkan kedua orangtuanya, akhirnya ayahnya yang membuka pintu itu.
“Assalamualaikum, Helga ada pak? Saya Daniel teman sekolah Helga, bisa saya bertemu Helga?”
“Waalaikumsalam, Helga ada. Kebetulan ia belum tidur” jawab ayahnya.
Raut wajah ayahnya terlihat kebingungan tiba-tiba ada seorang anak laki-laki datang ke rumah di malam hari yang buta dan belum pernah dikenalnya. Mendengar suara itu, ia bergegas keluar kamar untuk menemui Daniel. Ayahnya pun meninggalkan mereka untuk mengobrol berdua.
Sebelum mereka mengobrol, ia menghidangkan secangkir kopi panas. Ia juga bingung ada hal apa sampai-sampai Daniel datang ke rumahnya di tengah malam yang buta seperti ini dan kenapa tidak menunggu esok hari di sekolah?
Tanpa berbasa-basi Daniel segera berterus terang.









