Porostimur.com, Masohi – Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah mengelola anggaran belanja daerah sebesar Rp1,513 triliun pada 2026.
Mengacu pada data Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026, angka tersebut mengalami penurunan sekitar 15,25 persen dibandingkan anggaran belanja daerah pada tahun sebelumnya.
Namun hingga September 2026, realisasi belanja daerah baru mencapai Rp765,81 miliar.
Angka tersebut setara dengan 50,61 persen dari total anggaran belanja daerah yang ditetapkan untuk 2026.
Dengan demikian, hingga memasuki akhir triwulan ketiga, masih terdapat sekitar Rp747,36 miliar anggaran belanja yang belum terealisasi.
Data tersebut memperlihatkan bahwa sebagian besar belanja daerah Maluku Tengah masih akan berlangsung pada sisa waktu pelaksanaan APBD 2026.
Belanja Pegawai Mendominasi Struktur APBD
Jika dilihat berdasarkan komposisinya, struktur belanja daerah Pemkab Maluku Tengah 2026 didominasi oleh belanja pegawai.
Alokasi belanja pegawai mencapai Rp578,61 miliar, menjadi pos dengan nilai terbesar dalam struktur belanja daerah.
Selanjutnya, belanja lainnya dialokasikan sebesar Rp110,10 miliar.
Sementara belanja barang dan jasa mencapai Rp71,51 miliar dan belanja modal sebesar Rp5,58 miliar.
Komposisi tersebut menunjukkan besarnya porsi anggaran yang terserap untuk kebutuhan belanja pegawai dibandingkan belanja modal.











