Porostimur.com | Sanana: Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes), Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara, Suryati Abdullah, mengungkap fakta baru terkait pengelolaan Alat Pelindung Diri (APD) yang menumpuk dan terbengkalai di gudang.
Suryati yang baru menjabat selaku Kepala Dinas Kesehatan beberapa pekan lalu mengaku, Alat Pelindung Diri (APD) Covid-19 yang menumpuk di salah satu ruangan yang dijadikan gudang di Istana Daerah (Isda) Kabupaten Kepulauan Sula itu, tidak terdata di Dinkes setempat.
“Iya, soal APD di Isda, Saya sudah cek semua tapi tidak ada data di Dinkes,” kata Suryati Abdullah kepada para jurnalis di Puskesmas Wai Ipa, Selasa (22/6/2021).

Menurut Suryati, Dinas Kesehatan tidak memiliki catatan tentang sumber APD itu berasal dari mana, kapan dan tahun berapa, sebab secara adminitrasi tidak ditemukan di Dinkes.
“Saya sendiri tidak tahu APD itu berasal dari mana, kapan dan tahun berapa. Jadi menurut saya, secara administrasi itu tidak dibenarkan,” tuturnya.
Suryati mengungkapkan bahwa hingga saat ini, dirinya juga tidak mengetahui, dari mana saja sumber APD yang menumpuk itu, apakah bantuan dari peemerintah pusat atau pengadaan Pemerintah Daerah Kepulauan Sula.
“Seharusnya penyimpanan logistik APD itu harus mengetahui Dinkes, jadi saya sudah minta staf Dinkes mendata kembali APD tersebut,” tukasnya, (ifo)










