AS Terbuka: Leylah Fernandez ke Final Setelah Benamkan Sabalenka

oleh -21 views
Link Banner

Porostimur.com | New York: Cerita sukses Leylah Annie Fernandez di turnamen Grand Slam AS Terbuka atau US Open 2021 berlanjut pada Kamis malam atau Jumat (10/9/2021) pagi WIT. Petenis Kanada berusia 19 tahun itu mencetak satu lagi kejutan besar, maju ke final Grand Slam pertama dalam karier mudanya setelah mengalahkan unggulan kedua, Aryna Sabalenka dari Belarusia dengan 7-6, 4-6, 6-4 di Arthur Ashe Stadium, New York.

Perjalanan Leylah Fernandez mencapai final AS Terbuka merupakan cerita menarik. Ia bukan petenis yang diunggulkan. Ia masih muda dan karena menempati peringkat 73 dunia.

Namun kenyataannya Fernandez menyingkirkan tiga pemain Top 5 dalam perjalanan menuju gelar pertamanya di Grand Slam. Sebelum mengalahkan Aryna Sabalenka, Fernandez terlebih dulu menyingkirkan juara bertahan Naomi Osaka dan peringkat kelima Elina Svitolina.

Sedangkan bagi Sabalenka (23), tampil di semifinal Grand Slam adalah yang kedua kalinya secara berturut-turut setelah pada Juli 2021 lalu ia mencapainya di ajang Wimbledon.

Sabalenka telah mematahkan servis sebanyak 22 kali melalui lima pertandingan menjelang hari ke-11.

Baca Juga  Dinilai Hina NKRI, Pemuda Akediri Jailolo Dijemput Intel Polisi/TNI

Dia menambah jumlah itu dalam kesempatan pertamanya melawan Fernandez yang kidal, dengan keunggulan 3-0 di awal pertandingan.

Namun Fernandez berjuang keras dan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 4 sama hingga akhirnya merebut set tersebut dengan tiebreak, 7-3.

Fernandez memulai dengan lambat di set kedua. Namun, sekali lagi, pemain asli Montreal itu mendapatkan poin saat melakukan servis.

Sabalenka sempat menerima peringatan dari wasit setelah melampiaskan frustrasinya pada raketnya saat kedudukan tertinggal 2-3.

Menurut catatan laman resmi US Open, sejak melepaskan servisnya tiga kali dalam pertandingan putaran pertama melawan Nina Stojanovic, Sabalenka hanya dua kali dipatahkan dalam 40 service game sebelum menghadapi Fernandez.

Baca Juga  Cheat Codes Usung Semangat Country Dalam ‘How Do You Love’ Bersama Lee Brice & Lindsay Ell

Leylah Fernandez. (AFP)

Namun dengan Sabalenka melakukan servis untuk bertahan pada kedudukan 4-5 di set terakhir, Fernandez merebut break ketiganya yang membuat penonton, beberapa di antaranya dibalut bendera Kanada, berdiri.

Seusai pertandingan Fernandez mengungkapkan bahwa pencapainya ini merupakan hasil dari kerja keras bertahun-tahun. “Air mata dan darah. Segalanya, pengorbanan di dalam lapangan, di luar lapangan,” kata pemain kelahiran Montreal, 6 September 2002 ini.

Aryna Sabalenka.(AFP)

“Saya hanya ingin berada di final. Saya sangat menginginkannya. Saya berjuang untuk setiap poin. Aryana berjuang untuk hal yang sama. Saya tidak tahu bagaimana saya mendapatkan poin terakhir itu, tetapi saya senang melakukannya,” ujar Fernandez yang berdarah campuran Ekuador-Filipina ini.

Baca Juga  BUMNeg Uri Ama Gandeng Nelayan Sebagai Salah Satu Unit Usaha 

Fernandez kini duduk dan menunggu untuk melihat siapa yang akan dia hadapi di final. Ketika berita ini diunggah, unggulan ke-17 Maria Sakkari dan pemain non unggulan Emma Raducanu yang berusia 18 tahun, saling berhadapan di semifinal kedua.

Jika Raducanu menang, itu akan menjadi final Grand Slam kedelapan di Era Terbuka antara remaja dan yang pertama sejak AS Terbuka 1999 (Serena Williams def. Martina Hingis, 6-3, 7-6).

Fernandez adalah petenis putri Kanada keempat di Era Open yang melaju ke empat besar di turnamen besar, mengikuti jejak Carling Bassett-Seguso, Eugenie Bouchard, dan Bianca Andreescu.

(red/beritasatu.com)

No More Posts Available.

No more pages to load.