Oleh: Wina Armada Sukardi, wartawan senior dan advokat
SEBELUMNYA banyak yang “ngiri” terhadap Fredy Sambo. Suatu rasa yang manusiawi saja. Rasa “iri” dalam kontek persepsi positif. Ingin bagaimana diri dapat seperti Sambo. Bermimpi dapat seberuntung Sambo.
Betapa tidak. Sambo memiliki segalanya. Wajah tampan. Tubuh atletis Tegap. Macho.
Pesonanya dapat membuat kaum hawa “klepak – klepek.”
Sambo punya isteri yang menarik. Manis. Kulit wajahnya nampak jelas terawat sangat baik. Terasa benar ada “sentuhan” perawatan kelas atas.
Sang isteri juga termasuk yang mudah bergaul. Dapat cepat menyesuaikan dengan lingkungan. Dia dapat membawa diri dengan baik. Tak aneh isteri Sambo juga banyak disukai orang.
Karier Sambo sendiri melesat bak mobil formula one. Dia sudah menyandang bintang dua di pundaknya. Sudah Letnan Jenderal (Letjen) polisi. Hebatnya lagi, di antara seluruh koleganya, Sambo merupakan jenderal berbintang dua paling muda, serta termasuk jajaran jenderal yang menonjol.
Dia kerap memberikan pengarahan kepada anak buahnya dengan jelas dan tegas. Disiplin kepolisiannya terpancar dari penampilanya. Pers sering mengutipnya. Media sosial kerap menampilkannya.









