Bangsa Rum, Sekutu Sekaligus Pengkhianat Islam di Akhir Zaman

oleh -532 views

Harta benda berlimpah sehingga apabila seseorang diberi gaji seratus dinar maka ia akan kesal, kemudian Bani Ashfar datang kepada kalian di bawah 80 bendera di mana setiap benderanya menghimpun 12 ribu pasukan.” (HR Bukhari)

Lalu, pada perang tersebut kaum muslimin dilanda kekalahan dan mencari perlindungan ke Ka’bah. Ketika itu pula, Allah SWT membenamkan pasukan kiriman dari arah Syam di padang pasir bernama Baidda’.

Dalam riwayat lain, bangsa Rum dikatakan mengkhianati Islam pada akhir zaman. Ini tertulis di kitab Misykah Al-Mashabih.

“Kalian akan mengadakan perjanjian damai dengan bangsa Romawi selama beberapa lama. Lalu, kalian akan menyerang ketika mereka menjadi musuh di belakang kalian. Kemudian kalian akan dimenangkan, mendapat ghanimah, dan kalian selamat. Setelah itu, kalian turun di padang rumput bernama Dzi Tulul. Kemudian seorang lelaki dari Romawi ke sana untuk mengibarkan bendera salib seraya berkata, ‘Ingatlah, salib telah menang’.

Mendengar seruan kaum salib tersebut, maka muslim yang murka mendekati dan memukulnya (membunuhnya). Ketika itulah, bangsa Romawi berkhianat dan bersiap-siap memobilisasi pasukannya sebagai persiapan pertempuran dahsyat. Lalu umat Islam mengobarkan perang melawan mereka hingga terjadi pertempuran dan Allah memuliakan golongan tersebut dengan kesyahidan.”

No More Posts Available.

No more pages to load.