“Saya menantang Saudara Bahlil untuk sumpah adat terkait keterangannya yang menyatakan bahwa ayahnya orang Fakfak, Papua Barat,” pungkasnya.
Sebelumnya, Natalius Pigai mempertanyakan klaim Bahlil melalui akun Facebook pribadinya.
“Ayah dan ibu dari Bahlil Lahadalia itu bukan orang asli Papua. Itu artinya beliau tidak ada ikatan darah dengan Papua,” tulisnya.
Ia pun mempertanyakan klaim yang dilakukan Bahlil tersebut.
“Jangan mengunakan hak adat orang asli Papua untuk mewakili kami duduk sebagai menteri di kabinet,” lanjutnya.
Karena itu, sosok yang pro Prabowo saat pilpres lalu itu mendesak Jokowi adil dan selektif dalam menentukan kursi menteri jatah orang asli Papua sebagai bentuk penghargaan terhadap harkat dan martabat orang asli Papua.
“Hak-hak orang Papua harus dikembalikan ke orang Papua. Kalau tidak, maka kepercayaan orang Papua terhadap negara akan makin merusut,” tegasnya.
“Konflik horisontal bisa saja akan terus meledak,” tutup Natalius. (red/rtl/psc)




