Porostimur.com, Dobo — Polemik terkait pemberitaan yang menyeret nama Abraham Corneles Gainau, yang dikenal sebagai Asisten Pribadi (Aspri) Gubernur Maluku, mendapat perhatian serius dari tetua adat Rumpun Fanan di Kepulauan Aru.
Tetua adat Rumpun Fanan meminta seluruh pihak menahan diri dan tidak ikut menyebarluaskan informasi yang belum terbukti kebenarannya. Mereka juga menuntut pihak yang menyebarkan maupun memberitakan tuduhan tersebut bertanggung jawab secara moral dan etis.
Pemberitaan yang menjadi sorotan memuat narasi mengenai dugaan Abraham Corneles Gainau membawa seorang perempuan ke ruang kerja Gubernur Maluku setelah kegiatan karaoke.
Tetua adat Fanan menilai pemberitaan tersebut tidak hanya berdampak terhadap nama baik Abraham secara pribadi, tetapi juga menyentuh martabat keluarga dan masyarakat adat Rumpun Fanan, mengingat yang bersangkutan merupakan anak adat dari rumpun tersebut.
Kepala Adat Rumpun Fanan Tarsius Kwarbola, mengatakan pihaknya prihatin terhadap informasi yang dinilai berpotensi merusak nama baik anak adat mereka.
“Kami merasa prihatin ada pihak-pihak yang diduga secara sengaja ingin merusak nama baik anak kami Neles Gainau. Kami meminta pertanggungjawaban dari mereka secara moral dan etis,” kata Tarsius kepada media ini.









