Biarkan Aku Memelukmu

oleh -229 views

“Adit! Aduh lo kenapa sih?. Kok melamun!” Ucapnya membuyarkan lamunanku.
“Eh enggak Yes, gue nggak melamun kok” ucapku disertai tawa yang canggung.
“Ayo masuk!” Ucapnya.
“Eh enggak, gue bentaran doang kok.” Ucapku.
“Mau kemana sih, dan tumben banget lo aneh kayak gini.” Ucapnya lalu tertawa. Aku ikut tertawa. Aku mengusap tengkukku yang mulai terasa dingin.

“Maaf gue nggak bisa hadir di pernikahan lo, gue ada kerjaan di Kalimantan. Jadi gue mau pamitan sama lo.” Ucapku mulai menjelaskan maksud. Tiba tiba tawanya terhenti. Dia menatapku.
“Harus banget ya Dit?. Padahal gue berharap lo dateng di pernikahan gue nanti. Lo udah gue anggap kaya kakak gue tau!” Ucapnya dengan mata yang mulai berkaca kaca.
“Iya nggak bisa ditinggal. Gue harus kesana hari ini.” Ucapku.
“Kenapa mendadak banget sih?, kenapa nggak ngomong jauh jauh hari?” Tanyanya.
“Iya udah keputusan kantor kalo gue yang kesana.” Ucapku. Dia terdiam.

Baca Juga  Golkar Rayakan Paskah di Senayan, Bahlil Tegaskan Komitmen Inklusivitas

“Maaf ya Yes. Tapi gue selalu doa in lo kok, semoga lo hidup bahagia sama pilihan lo.” Ucapku. Dia mendongak. Menatap mataku, lama. Setetes air matanya jatuh. Dalam anganku, aku menyodorkan tangan mengusap air matanya. Tapi dalam kenyataannya kubiarkan dia terisak menangis, menghapus sendiri air matanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.