Pejabat senior administrasi Biden mengatakan, akan memakan waktu beberapa bulan untuk pengiriman Abrams dan menggambarkan langkah tersebut sebagai penyediaan pertahanan jangka panjang Ukraina. “Tidak ada ancaman ofensif terhadap Rusia (sendiri),” kata Biden.
Gedung Putih mengatakan, Biden berbicara dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni dan Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak pada Rabu. Pembicaraan ini tentang kerja sama negara mereka dalam mendukung Kiev.
Jerman mengatakan, akan mengirim kompi awal yang terdiri dari 14 tank Leopard 2 dari stoknya sendiri dan menyetujui pengiriman oleh negara-negara sekutu Eropa. Tujuan akhirnya adalah untuk memasok Ukraina dengan dua batalyon tank tersebut, biasanya masing-masing terdiri dari tiga atau empat kompi, yang pertama tiba dalam tiga atau empat bulan.
“Jerman akan selalu berada di garis depan dalam mendukung Ukraina,” kata Scholz kepada parlemen Jerman.
Scholz menyatakan, bahwa Jerman akan mengirimkan bantuan militer lebih lanjut ke Kiev di luar pengiriman Leopard. Beberapa yang akan diturunkan termasuk pertahanan udara, artileri berat, dan beberapa peluncur roket.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memuji keputusan AS atas pengerahan tank Abrams dan berterima kasih kepada Scholz untuk Leopard. “Hari ini dunia bebas bersatu lebih dari sebelumnya untuk tujuan bersama,” ujarnya menggambarkan sebagai pembebasan Ukraina.




