Porostimur.com, Ambon – Blok Masela bukan sekadar proyek investasi berskala besar. Bagi masyarakat Maluku Barat Daya (MBD), pengembangan proyek tersebut harus menjadi pintu masuk bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus kesejahteraan masyarakat di daerah.
Kekhawatiran agar masyarakat MBD tidak sekadar menjadi penonton di tengah geliat investasi itulah yang dibawa Gerakan Mahasiswa Maluku Barat Daya (GEMA MBD), Gerakan Membangun Bumi Kalwedo (GMBK), bersama para Ketua Paguyuban Mahasiswa se-Kabupaten MBD dalam audiensi dengan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Maluku, Selasa (1/9/2026).
Audiensi tersebut secara khusus membahas kesiapan tenaga kerja lokal menghadapi berbagai tahapan pengembangan Blok Masela.
Bagi mahasiswa, persiapan tenaga kerja tidak boleh dilakukan setelah proyek mulai berjalan. Pemerintah dinilai harus bergerak sejak sekarang dengan memetakan kebutuhan industri, menyiapkan keterampilan, memperluas pendidikan vokasi, serta memastikan masyarakat lokal memiliki sertifikasi dan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.
Jangan Sampai Masyarakat MBD Hanya Jadi Penonton
Ketua Gerakan Mahasiswa Maluku Barat Daya, Patrik Laurika, menegaskan investasi besar yang masuk ke Maluku harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat daerah.









