Sejumlah kompetensi yang dinilai perlu dipersiapkan antara lain welding, electrical, mechanical, operator, konstruksi, hospitality, logistik dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), termasuk keterampilan lain yang relevan dengan tahapan pengembangan Blok Masela.
Namun, pelatihan tersebut diharapkan tidak sekadar mengejar jumlah peserta dan sertifikat.
Kompetensi yang diberikan harus benar-benar mengacu pada standar industri sehingga lulusan pelatihan memiliki kemampuan yang dapat dipertanggungjawabkan ketika mengikuti proses rekrutmen perusahaan.
Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Maluku juga didorong membangun koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten MBD, operator, kontraktor, vendor dan perusahaan yang terlibat dalam pengembangan Blok Masela.
Koordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk INPEX, Pertamina dan perusahaan lainnya, dianggap penting untuk memetakan sejak dini jenis pekerjaan dan kompetensi yang akan dibutuhkan.
Di sisi lain, mahasiswa mengusulkan pembentukan database tenaga kerja lokal MBD yang terintegrasi.
Database tersebut dapat memuat latar belakang pendidikan, keahlian, pengalaman kerja, sertifikasi dan kompetensi masyarakat. Dengan data itu, pemerintah dapat mengetahui secara lebih akurat potensi tenaga kerja yang sudah tersedia sekaligus mengidentifikasi bidang yang masih membutuhkan peningkatan kapasitas.









