Bagi GEMA MBD, GMBK dan Paguyuban Mahasiswa se-Kabupaten MBD, isu tenaga kerja bukan sekadar persoalan memperoleh pekerjaan.
Lebih dari itu, persoalan tersebut menyangkut keadilan pembangunan, pemerataan manfaat investasi dan masa depan generasi muda MBD.
Karena itu, mereka berharap Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Maluku memperkuat koordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten MBD, terutama dalam pemetaan SDM, pelatihan, sertifikasi dan penyediaan informasi kesempatan kerja.
Audiensi 1 September 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai forum penyampaian aspirasi.
Mahasiswa meminta pertemuan tersebut menjadi titik awal langkah konkret pemerintah mempersiapkan generasi muda MBD menghadapi peluang kerja dari pengembangan Blok Masela.
Sebab, ketika investasi besar mulai bergerak di wilayah Maluku, masyarakat MBD tidak boleh hanya berdiri di pinggir menyaksikan.
Blok Masela harus menjadi momentum agar anak-anak daerah dipersiapkan sejak sekarang untuk menjadi pelaku utama pembangunan di tanah mereka sendiri.
(Amrosius Anamofa)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









