Pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini mengubah secara signifikan proyeksi pertumbuhan sektor pariwisata. Upaya pemerintah dalam mengendalikan penyebaran Covid-19 dengan membatasi mobilitas masyarakat seolah melumpuhkan kekuatan sektor pariwisata di berbagai wilayah, termasuk di Kabupaten Pulau Morotai.
Namun, Pemerintah tidak boleh menyerah, kesejahteraan masyarakat harus menjadi fokus utama pelayanan, khususnya pemerintah daerah. Untuk itu, pemerintah daerah perlu meningkatkan potensi pariwisata, salah satunya dengan mengendalikan risiko bencana baik yang berasal dari alam maupun nonalam.
Sementara itu, Analis Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan BNPB, Asfirmanto Adi mengatakan, kegiatan fasilitasi ini juga akan memperhatikan proyeksi-proyeksi berbasis pengembangan pariwisata ke depan sehingga perencanaan pariwisata ke depan dapat lebih sensitif terhadap isu kebencanaan.
“Unpredicted emergency ini tentunya harus diantisipasi ke depan sehingga kita memiliki strategi-strategi yang tepat, efektif dan efisien agar sektor pariwisata tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan keselamatan manusia,” ujarnya.
Upaya memfasilitasi kajian risiko bencana ini tidak terlepas dari kebijakan Kabupaten Pulau Morotai sebagai destinasi pariwisata super prioritas. Upaya ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko bencana, baik bencana yang dipicu oleh fenomena alam dan kesehatan, termasuk di dalamnya terkait Covid-19 di Kabupaten Pulau Morotai.




