Asfirmanto berharap, hasil kajian risiko bencana ini dapat menjadi dasar-dasar perencanaan daerah, pemanfaatan dan pengawasan pembangunan, terutama pada sektor pariwisata.
Terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Pulau Morotai, Andrias Thomas menyampaikan bahwa pemerintah daerah dapat memanfaatkan kajian ini sebagai dasar untuk menentukan kebijakan teknis dan strategis yang lebih efektif dan efisien untuk memulihkan dan meningkatkan kembali potensi pariwisata.
Khususnya BPBD yang tentunya sangat berkepentingan terhadap dokumen kajian, ini dapat digunakan untuk pengelolaan dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.
“Pengelolaan yang baik artinya kita harus memahami risiko agar mampu menetapkan prioritas penanganan untuk mengurangi risiko” ujar Andrias.
(red)
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB




