Ahmad fikri menambahkan, sebagai tindak lanjut terhadap studi kelayakan dan hasil rapat saat ini, Baznas akan melakukan rapat pleno bersama 8 komisioner dan 3 ex-officio (kemenkeu, kemendagri, kemenag) untuk mendapatkan persetujuan pleno pimpinan untuk menentukan kebijakan program selanjutnya.
“Terdapat program/kegiatan berupa bantuan Baznas yang dapat diajukan oleh Kecamatan Miangas yaitu pengajuan kapal kesehatan yang _feasible_ untuk wilayah kepulauan,” pungkasnya.
Dementara itu, Kasubdit Wilayah III, Direktorat Air Minum, DJCK PUPR Ade Syaiful Rachman, S.T., M.T., mengatakan, pihaknya melalui Direktorat Air Minum diberikan mandat untuk penyediaan akses air minum di tempat yang sulit air, Pulau Miangas sebagai PPKT sudah selayaknya didukung.
“Diharapkan kepada Bupati Kep. Talaud untuk dapat membantu menginventarisasi terkait kesulitan ketersediaan air baku, air sumur, dan lahan di Kab. Kep. Talaud sehingga Ditjen Cipta karya Kementerian PUPR dapat menyiapkan _masterplan¬_ dan _power plant_ yang optimal sesuai kondisi Kab. Kep. Talaud,” ujarnya.
Terkait kebutuhan Kab. Kep. Talaud terhadap dukungan pembangunan sarpras RSB di Kec. Miangas berupa kebutuhan akan air bersih/minum dan ketersediaan rumah khusus, Syaiful Rachman berharap Bupati Kep. Talaud dapat bersurat dengan Menteri PUPR terkait pengajuan tersebut dan dapat berkoordinasi dengan perwakilan provinsi di BPPW Manado terkait pengajuan melalui Sistem Informasi Pemrograman dan Penganggaran (SIPPa);









