Di sinilah Brasil berhenti menjadi cerita tentang Brasil dan menjadi cermin bagi kita. Bukan karena Indonesia pasti akan mengalami nasib serupa. Struktur ekonomi dan sejarah kedua negara berbeda. Pelajarannya lebih sederhana: mobilitas ke atas dapat berlangsung lebih cepat daripada terbentuknya ketahanan ekonomi.
Sebuah keluarga bisa keluar dari kemiskinan dan mulai mempunyai pola konsumsi kelas menengah tanpa memiliki tabungan, aset dan perlindungan yang cukup untuk mempertahankan kedudukannya ketika keadaan memburuk.
Kulkas sudah ada. Sepeda motor sudah ada. Telepon pintar sudah ada. Cicilan juga ada.
Kulkasnya terlihat oleh tetangga. Cicilannya hanya diketahui suami-istri.
Inilah yang membuat jarak aman menjadi penting. Selama puluhan tahun kita tekun menghitung siapa yang berada di bawah garis kemiskinan. Itu harus diteruskan. Tetapi setelah menjadi UMIC, kita perlu menambahkan pertanyaan: seberapa jauh orang yang sudah melewati garis kemiskinan meninggalkannya?
Sebuah keluarga yang berada sedikit saja di atas sebuah garis statistik memang telah berpindah kategori. Kehidupannya belum tentu ikut berubah. Pembangunan karena itu tidak cukup membuat orang melewati garis. Ia harus membuat mereka terus menjauh melalui pekerjaan produktif, pendapatan yang meningkat, pendidikan, kesehatan, tabungan, aset dan perlindungan sosial.








