Menurutnya, pembangunan daerah tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk peran aktif instansi vertikal seperti Kemenag.
Makna Spiritual di Balik Nama Al-Idris
Lebih lanjut, Bupati Ubaid juga mengulas makna filosofis dari nama “Al-Idris”. Ia berharap mushola tersebut menjadi pusat penguatan nilai-nilai spiritual sekaligus ruang pembelajaran.
“Nama Al-Idris ini membawa semangat untuk mencerdaskan sisi spiritual, menjadi tempat belajar, dan mencetak generasi yang memiliki keseimbangan antara ilmu duniawi dan ukhrawi,” jelasnya.
Harapan Jadi Inspirasi
Bupati berharap langkah progresif yang dilakukan Kemenag Haltim dapat menjadi contoh bagi instansi lain di lingkungan pemerintah daerah.
“Kementerian Agama harus memberi contoh, dan hari ini telah dibuktikan. Jika fasilitasnya baik, maka semangat pelayanan kepada masyarakat juga akan meningkat,” pungkasnya.
Peresmian Mushola Al-Idris ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Bupati didampingi Kepala Kantor Kemenag Haltim, menandai dimulainya pemanfaatan fasilitas tersebut bagi ASN dan masyarakat sekitar.
(Nahrawi Hi. Taha)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









