Bushido & Adat Se Atoran

oleh -266 views

Penulis: Sofyan Daud

Bushido, jalan ksatria Jepang. Sekumpulan nilai etika moral yang menjadi anutan para Samurai.

Jalan ksatria ini semacam kode etik atau standar kebajikan dengan 7 prinsip: Kejujuran (诚 makoto), Kesungguhan (义 gi), Keberanian (勇 yu), Kebajikan (仁 jin), Penghargaan (礼 rei), Kehormatan (名誉 meiyo), Kesetiaan (忠义 chūgi).

Samurai dalam struktur sosial Jepang, memang kasta terpandang hingga menjadi rujukan. Nilai-nilai anutannya dianut juga oleh masyarakat luas.

Bila coba menyelaraskan 7 prinsip Bushido Jepang dengan beberapa prinsip dalam Adat se Atoran Maloku Kie Raha. Kita menemukan kesamaan atau setidaknya kemiripan substansi dan maknawi.

Beberapa prinsip nilai etika Moloku Kie Raha di sini saya merujuk pada kearifan Kesultanan Tidore, tapi hemat saya, memiliki kemiripan dengan ketiga kesultanan lainnya yakni Tetnate, Bacan, dan Jailolo. Begitupun pada beberapa komunitas masyarakat adat besar di Maluku Utara.

Baca Juga  Akademisi: Penundaan Musda Golkar Ambon Wajar, Instruksi Ketum Bersifat Mengikat

Prinsip kejujuran, kebenaran, integritas, selaras dengan “Loa se Banari” (Lurus/adil dan benar).

​Prinsip kesunguhan selaras dengan falsafah “Marimoi Ngone Futuru” (bersatu kita teguh); “O, grecele” (penyeru semangat dan keterpaduan gerak); ungkapan tekad “Oras ne ua si fio yali” (bukan sekarang lantas kapan lagi), “Ngone ua si nage yali” (bukan kita lantas siapa lagi).