Busuk dengan Bocelli

oleh -26 Dilihat

Oleh: Ahmadie Thaha, Kolumnis

Luar biasa. Kali ini kritik terhadap pemerintahan Prabowo datang dari seorang ulama senior, Buya Anwar Abbas, Wakil Ketua Umum MUI.

Ia menyebut keputusan para pembantu presiden yang memberi jalan bagi konser Andrea Bocelli sebagai bentuk “pembusukan” terhadap nama baik Prabowo sendiri.

Tulisan Buya Anwar yang dimuat Kumparan pada 28 Oktober 2026 itu patut mendapat perhatian serius. Ia melihat paradoks dalam pemerintahan: Prabowo ingin menegakkan konstitusi, tetapi pembantunya justru mengambil keputusan yang dinilai bertentangan dengan jiwa konstitusi.

Persoalannya memang jauh melampaui urusan musik. Ini menyangkut konsistensi sikap negara terhadap penjajahan, terutama ketika Indonesia selama ini berdiri di belakang perjuangan kemerdekaan Palestina.

Baca Juga  Lenso Putih di Ujung Rindu

Ulama sudah mengingatkan, pembukaan UUD 1945 dengan tegas menyatakan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Prinsip itu menjadi bagian penting dari identitas politik bangsa Indonesia.

MUI sudah menyampaikan penolakan resmi terhadap konser Andrea Bocelli. Mereka menyoroti keterlibatan penyanyi tenor Italia itu dalam acara penggalangan dana Friends of the Israel Defense Forces di Los Angeles pada 2010 serta penampilannya di Tel Aviv pada 2022.

No More Posts Available.

No more pages to load.