Cocoklogi Ibam

oleh -79 views
Oleh: Ahmadie Thaha, Kolumnis

Ia terlibat dalam berbagai ekosistem teknologi: Bukalapak, OVO, hingga inisiatif GovTech pendidikan. Ia bukan orang yang “jatuh dari langit”. Ia adalah produk dari ekosistem global yang justru selama ini kita kagumi dan ingin kita tiru.

Namun hidup memang kadang punya selera humor yang gelap. Alih-alih diberi ruang untuk membangun, ia justru dipaksa duduk di kursi terdakwa. Dakwaan yang dihadapinya pun tidak main-main — hukuman puluhan tahun, seolah ia pelaku utama dalam sebuah skema besar.

Di titik ini, kita mulai melihat wajah asli masalahnya. Ini bukan sekadar kasus hukum. Ini benturan antara dua zaman: zaman analog yang nyaman dengan kepastian sederhana, dan zaman digital yang penuh lonjakan tak terduga.

Baca Juga  Tanpa Kubu Tetap

Ketika aparat hukum belum sepenuhnya memahami cara kerja industri modern, maka yang kompleks disederhanakan, dan yang tidak dipahami dicurigai. Orang kok bisa kaya setahun? Pertanyaan itu terdengar wajar — sampai kita sadar, di dunia startup, orang bisa kaya dalam satu malam.

Dan seperti biasa, yang berada di depan kurva seringkali menjadi korban pertama. Mereka terlalu cepat untuk dipahami oleh sistem yang masih berjalan dengan rem tangan. Ibam, dalam hal ini, bukan sekadar individu — ia bisa menjadi simbol.

No More Posts Available.

No more pages to load.